-

Legend…. The Immortal Captain, Javier Zanetti
-
a dream is more pure than obsession, a dream is about pride
– Jose Mourinho, The Special One (2010) -
memori
3.22 am ~ Sebuah lagu Alesana berjudul “Better luck next time, prince charming” mengalun kurang damai tapi membawa kedamaian dalam hati
banyak kenangan dalam lagu ini, kenangan ketika putih abu abu adalah warna wajib dari jam 7-14 kala itu
kenangan ketika seorang bocah merasa dewasa, padahal masih mencari jati diri sebenarnya
kenangan bersama sahabat-sahabat terbaik dalam hidupnya, sahabat yang ada ketika senang dan lebih sering ada ketika susah
sahabat-sahabat
brengsekterbaik yang sekarang terpisah ribuan kilometer jaraknya, yang terpisah karena kesibukan yang berbeda-beda, yang mulai saling melupakan karena didera kesibukan itumasa itu mungkin ga akan keulang lagi, tapi yang pasti masa itu adalah salah satu masa paling berharga dalam hidup, mungkin fase terpenting dalam hidup saya
long live lads!

-
SMS Gombal Untuk Dosen
“Bapak kamu ustadz ya?, Karena kau telah meng-istighfarkan nilaiku”
“Bapak kamu personel boyband ya? Karena kau telah men-cenat-cenutkan IP-ku”
“Bapak kamu orang bandung ya? Karena kau telah me-meuyeum-kan tugasku”
“Bapak kamu guru matematika ya? Karena kau telah mengintegralkan rasa malasku”
“Bapak kamu Gayus Tambunan ya? Karena kau telah mengkorupsi jatah SKS-ku”
“Ibu kamu personil 7 icon ya? Karena kau telah me-nggak levelkan judul TA-ku”
dari Agung F -

- Ini yang hampir tiap hari belakangan ini si kami lakukan. Sesungguhnya Dia maha mengerti. :)
dari alteregonyasar
-
Barometer Matter
Berikut ini merupakan pertanyaan pada sebuah ujian di Universitas Copenhagen, jurusan fisika :
Uraikan cara untuk menentukan tinggi dari sebuah gedung pencakar langit, dengan menggunakan barometer.
Seorang mahasiswa menjawab : ” Ikatkan saja seutas kawat ke leher barometer, lalu turunkan barometernya sampai ke tanah. Panjang kawat ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi bangunan itu.”
Jawaban jujur ini membuat para penguji berang. Dapat dipastikan, si mahasiswa akan gagal ujian seketika. Namun si mahasiswa protes, berkata bahwa jawabannya tidak salah. Kemudian, pihak Universitas menunjuk seorang penengah untuk memecahkan masalah ini.
Sang penengah tidak meragukan bahwa jawaban si mahasiswa benar, tetapi tidak mencerminkan pengetahuan tentang fisika sama sekali. Untuk menyelesaikan masalah ini, diputuskan untuk memanggil si mahasiswa dan memberinya kesempatan 6 menit untuk pembuktian lisan, yang setidaknya menunjukkan prinsip-prinsip dasar fisika.
Selama 5 menit, si mahasiswa hanya duduk bergeming. Dahinya berkerut, tampak berpikir. Sang penengah kemudian mengingatkan kalau waktu terus berjalan. Si mahasiswa menjawab, bahwa dia telah menemukan beberapa jawaban yang sungguh relevan, tapi belum bisa memutuskan mana yang mau dia kemukakan. Akhirnya, karena diburu-buru, si mahasiswa pun mulai menjawab seperti ini: -
Lelaki itu.. Makhluk konyol yg akan mencintai impiannya dengan konyol
-
Saya memang bukan siapa2, tapi akan sangat menghargai orang yg bisa menghilangkan rasa sepi ini
-
Mungkin yg gak insom biasa aja, tapi yg susah tidur malem, kerasa bedanya, kerasa sepinya kalo gak ada teman spesial. ditengah malem dikala semua orang tidur, kerasa dinginnya kesendirian tanpa ada yg menemani. *sigh
-
forgetting you is one of the hardest thing for me
– 19 thn, bagus adityo, pecandu kol goreng